Senin, 08 Mei 2017

TAMASYA



KUMPULAN PUISI KARYA SUGIRI DALAM SEBUAH ONTOLOGI ISTILAH

Puisi ini disusun berdasarkan Judul puisinya. Setiap Huruf pada judul menjadi Initial bagi setiap kalimat yang terangkai--membuat kesan khusus bagi pembacanya. Kohesi dari kalimat ke kalimat begitu kuat dan menjadi alur kesan yang ingin disampaikannya.
SELAMAT MEMBACA!

1. BOGOR BEKASI BANDUNG PURWAKARTA 4 HARI

BOGOR BEKASI BANDUNG PURWAKARTA 4 HARI

B erlibur panjang melanglang
O ngkosnya disiapkan agar aral tak melintang
G aji sebulan pun tak luput diganyang
O h berlibur walau macet menghadang
R asanya aku tetap pergi melenggang

B erangkat pagi lewat ciawi
E h benar saja macet total sekali
K uputuskan ganti arah lewat Bekasi
A ch ternyata sama macet seperti tadi
S ambil menghibur diri kubernyanyi
I ngin segera sampai temui saudara-saudari

B agai pasien antri berjajar
A ntrian mobil pun panjang menjalar
N amun aku tetap semangat mengejar
D igasnya laju mobilku saat macet sudah bubar
U ntuk segera temui saudara yang tak menunggu sebentar
N ama-nama mereka pun sering terdengar

G empita persaudaraan terrajut kuat mengakar 

P erjalanan hari pertama sampai di Purwakarta
U ntuk bermalam di sana bersama istri dan anak semua
R asanya senang sekali menginap dan berjumpa saudara
W aktu ashar pun tiba kami bergegas shalat bersama
A shar berlalu kami pergi ke waduk terkenal di sana
K ami pun tiba di waduk jati luhur namanya
A irnya banyak beriak menenangkan hati yang melihatnya
R iuh angin spoi-spoi memanjakan rasa di dada
T amasya ke waduk jati luhur membuat kami bahagia
A khirnya malam pun tiba kami bergegas kembali ke rumah saudara

E soknya pagi jam 8 kami terus ke Bandung
M elaju kendaraan melewati jalan meliuk-liuk menuju Bandung
P ada hari kedua itu jumat kami beruntung
A da banyak peristiwa di jalan untuk bahan merenung
T unjukkan kekaguman pada ciptaan Tuhan yang
Agung

H ari ke tiga kami sempat silaturahim ke kecamatan Cilengkrang
A dem tempatnya dan kami pun bermalam dengan rasa senang
R asakan paginya makan kupat tahu padahal doclang
I nilah tamasya kami empat hari satu malam di liburan panjang
Karya: Sugiri

2. Ngidam Makan Mangga

NgiMaM
Ngidam Makan Mangga

N alika dugi kana waktosna
G euning sok karasa mabokna
I eu mah da memang salah bapakna
D ugi hayang emam mangga muda
A ri hayangna teu aya waktosna
M alah peuting-peuting oge kudu aya

M eujeuhna mabok nu kacida karasa
A sana hayang bae emam mangga
K atawis kacida hoyongna
A tuh nu jadi bapa kudu usaha
N eangan mangga kudu ka mana

M enang mangga tina tangkal tatangga
A sem emang da eta nu diteda
N angging ieumah beda ti nu biasa
G euwat bawa eta mangga ka kula
G euwat atuh abdina tos teu wasa
A nging mangga nu raos mah da nu muda

Karya: sugiri

3. DARI TEGAL KE JAKARTA SEHABIS WISATA HATI

DARI TEGAL KE JAKARTA SEHABIS WISATA HATI

D alam suasana gembira kami memulai perjalanan pulang
A lur kereta senja pun mulai melaju mengarah kencang
R asanya haru meninggalkan tegal yang memberi ruang dikenang
I nilah perjalanan pulang ke rumah dari tegal saat petang menjelang

T ut tut suara kereta pun bernyani sepanjang jalan
E lok terdengar bagi kami yang sedang menjalani kehidupan
G erak kereta sesekali bergoyang seakan turut dalam kebahagiaan
A ntarkan kami menuju akhir tujuan dari arah wetan
L ajunya pun terus menggelorakan semangat yang mapan

K ereta oh kereta
E ngkau ikhlas membawa kami ke Jakarta

J ika waktunya tiba di Jakarta
A man rasanya yang terasa di dada
K ami ucapkan syukur yang tiada tara
A ntara tegal dan Jakarta
R iuh gemuruh udara terhempas gerbong kereta
T ut tut bunyi kereta bersuara antara jeda
A langkah senang dirasa saat kami bercerita

S egenggam hikmah menggenapi wisata hati
E ntaskan rasa malas kejar mimpi-mimpi
H ikmah tahajud malam menebalkan iman kami
A rahkan pandangan agar tajam memahami
B eratnya beban kehidupan yang kami hadapi
I katkan banyak hati dalam sebuah kafilah sejati
S emaikan benih-benih kebaikan mengejar ridho ilahi

W alau badai datang saling menghadang
I katan kafilah team akan tetap kokoh dan kencang
S aling mengingatkan dan saling menyayang
A ral dan rintangan segera hengkang terbuang
T eguhkan pendirian dan keyakinan berjuang
A llah pun pasti ridho dan terus menyayang

H ai teman-teman
A khirnya tibalah waktunya jalan
T unjukkan semangat membara sehabis wisata dua harian
I tulah kualitas insan yang harus dibuktikan

Karya: Sugiri

4. UMUR, ULANG TAHUN DAN TUJUAN HIDUP

UMUR, ULANG TAHUN DAN TUJUAN HIDUP

U mur adalah sarana hidup
M elalui umur adalah menuju tujuan akhir hidup
U mur hendaknya digunakan hanya untuk tujua hidup
R iak hidup adalah dinamika dalam menggunakan hidup

U ntuk itulah Allah ciptakan bilangan tahun
L amanya 365 hari atau 12 bulan per tahun
A kankah Anda rayakan dengan pesta ulang tahun
N amun Anda lupa hakikat akhir masa setahun
G ara-gara pesta ulang tahun jangan sampai rugi bertahun-tahun

T aatlah pada yang menciptakan waktu
A llah rabbul idzdzati tempat bergantung segala sesuatu
H indarilah pesta ulang tahun karena bukan sunnah rasulmu
U sia hanya sekali dan tak dapat diulang walau diminta selalu
N iatkan untuk mempersiapkan akhiratmu dalam menghabiskan waktu

T ujuan hidup adalah bertakwa kepada Allah
U ntuk itu Dia berikan usia manusia sebagai sarana ibadah
J angan sampai usiamu habis mengikuti nafsu dholalah
U ntuk itu siaplah setiap saat untuk selalu beribadah
A gar masa-mada hidupmu berakhir husnul khotimah
N antikan hidup di surga yang penuh berkah setelah alam barjah

H idup di dunia ya hanya untuk sementara
I ngatlah hidup di dunia ini hanya sekali saja
D unia adalah jembatan menuju hidup yang sebenarnya
U ntuk itulah Allah SWT cipatakan surga tempat hidup selamanya
P ada-Nyalah kita harus taat mengikuti syariat-Nya.

Karya: sugiri

5. API CEMBURU

API CEMBURU

A pi cemburu
P anasnya mampu membakar qolbu
I nsan pemiliknya resah diliputi debu

C intanya diambang goyang meradang
E ntah lanjut atau memang bukti sayang
M asalahnya bisa serius hingga putuskan kasih sayang
B isa juga menyebabkan nyawa melayang
U jungnya bisa berurusan dengan yang berwenang
R asanya saat itu keadaannya sudah kepalang
U ntuk itu hai para jiwa jangan main api dengan menyakiti

Karya: sugiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar